11 Cara Menanam Jambu Madu

11 Cara Menanam Jambu Madu

Table of Contents

Cara menanam jambu madu

11 Cara Menanam Jambu Madu

Cara Budidaya Jambu Biji Madu Merah

Jambu air adalah tumbuhan dalam suku Myrtaceae atau jambu air asli Asia Tenggara. Jambu air memiliki perbedaan dengan jambu Semarang atau Syzygium samarangense, keduanya memiliki pohon dan buah yang hampir sama.

Pada umumnya jambu air merupakan tanaman perdu dengan tinggi sekitar 3-10 meter, individu daun menunjukkan bentuk hati hingga bentuk bulat lonjong terbalik. Buah jambu air berbentuk buni dengan pangkal kecil dan ujung lebar, bagian luar buah berwarna putih hingga merah, daging buah berwarna putih, banyak mengandung air, hampir tidak ada rasa, memiliki rasa manis atau rasa asam. .

cara-menanam-jambu-madu

Berikut langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk membudidayakan jambu biji yang benar:
1. Persiapan lahan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan lahan tanam. Kita perlu memilih area tanam yang memenuhi beberapa kriteria lahan yang baik untuk ditanami jambu biji. Tanah yang baik untuk menanam jambu biji harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

Baca Juga : Cara Membuat Umpan dan Tambak Nila Liar Yang Benar “Super Kuat”.

Harus terkena sinar matahari minimal 6 jam sehari.
Memiliki tingkat keasaman (pH) tanah 5,5 – 7,5.
Mengandung nutrisi yang cukup.
Dekat sumber air.
Kondisi tanah harus gembur.

Setelah Anda menemukan tanah yang baik, cabut gulma dan pangkas tanaman yang dapat menghalangi sinar matahari. Setelah itu, lanjutkan ke tahap berikutnya.
2. Pembuatan lubang

Buat lubang tanam dengan diameter 20-30 cm dan kedalaman 20-30 cm. Buat banyak lubang di lapangan dengan jarak antar lubang sekitar 1,5-2,5 meter. Buatlah lubang-lubang tersebut sejajar dan tersusun rapi membentuk alur, yang dapat mempermudah proses pengolahan tanaman.
3. Pemberian pupuk dasar

Pupuk dasar ini berguna untuk menjaga kadar hara dalam tanah selama tanaman hidup di dalam tanah. Kombinasi pupuk organik dan pupuk kimia digunakan sebagai pupuk dasar. Metode dasar pemupukan adalah sebagai berikut:

Gunakan pupuk kandang (kotoran kambing terbaik) sebagai komposisi utama pupuk dasar. Setiap lubang dapat diisi dengan seember semen.
Tambahkan sekitar 2-4 sendok makan pupuk NPK ke setiap lubang.
Tambahkan sekitar 2 sendok makan kapur dulomit (kalsium) per lubang.
Campurkan larutan gula (mungkin gula pasir, gula merah, gula batu, permen karet, dll) dengan EM4 (bakteri pengurai) dan biarkan selama 1-3 hari.
Tuang campuran ke dalam setiap lubang sesuai kebutuhan.
Tutup lubang dengan tanah dan biarkan selama 2 minggu.
Sambil menunggu pupuk dasar terurai, kita bisa menyiapkan benihnya terlebih dahulu.

Baca juga: Cara Menanam Buah Durian dengan Cepat dan “Melimpah”.
4. Pembibitan Jambu Madu

Jambu biji madu dapat disemai dengan dua cara, yaitu benih secara generatif dan cangkok vegetatif. Kedua metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Saat perbanyakan dari biji, dibutuhkan beberapa bulan untuk benih ditanam. Namun, jika Anda ingin menanam bibit dalam jumlah besar dalam waktu singkat, tinggalkan pembibitan Anda sepenuhnya.

Berikut ini adalah pro dan kontra dari metode seed:

Keuntungan

Benih yang dihasilkan akan lebih tahan penyakit
Penanaman tumbuh lebih kuat dan lebih kuat
Produktivitas bisa lebih dari orang tua

cacat

Waktu tumbuh lebih lama
Resiko benih mati saat muda
Biaya peralihan dari benih kecil ke benih besar lebih mahal daripada biaya pindah tanam
Sedangkan teknik transplantasi vegetatif memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Sumber :

8